“Bayu, muka kamu kok sedih gitu? Ada apa? Cerita dong.” Tanya Anggi sambil gelisah.

“Oh nggak apa-apa, tadi aku bingung kirain ada siapa.”

“Hah ada siapa maksudnya?” Tanya Anggi lagi sambil gelisah.

Suasana tetap berdansa meskipun ada rasa kebingungan. Sebenarnya aku benar-benar tidak tahu dengan siapakah aku berdansa.

—————————————————————————————————–

Aku melihatnya dari jauh. Aku sedih. Tidak tahu harus bicara apa. Kenapa harus dia? Kenapa harus dia? Rasanya seperti mimpi.

Aku berlari kencang dan langsung balik pulang kerumah. Perasaanku langsung campur aduk. Benar-benar tidak bisa dipercaya. Kenapa harus dia yang harus ditemui? Bukan aku. Mungkin aku terlambat, dia sudah menunggu lama dan ada seseorang yang mengajaknya berdansa.

Sepulangnya aku dirumah, aku langsung pergi ke kamar. Kebingungan. Dan langsung menulis puisi didalam buku diariku. Untuk pertama kalinya.

10 Desember 2012

‘Aku,

Hidupku seperti roda, kadang diatas kadang dibawah

Tapi waktu tidak bisa ditawar lagi,

Ia akan berjalan terus tanpa henti

Mungkin Ia akan berhenti ketika kiamat telah datang

Menurutku, hal yang terberat dalam hidup ini adalah “Awal dan Akhir”.

Awal, dimana ada tempat untuk menyesuaikan diri & bertemu dengan hal baru, sulit diresapi dan butuh proses yang lama. Terkadang, sebuah awalan itu adalah langkah yang terbaik untuk ditemui tapi sulit untuk dilaksanakan.

Akhir, dimana kita harus meninggalkan tempat itu dengan berat hati. Apapun akhiran kisah tersebut, pasti lebih berat karena kita sudah berkecambung dengan prosesnya.

Aku,

Telah menunggumu sejak lama

Maafkan bila aku telah membuatmu kecewa.

Maafkan bila aku tak sempurna.’

Wajah Anggi seolah-olah aku melihatnya di jarak dekat ketika aku menulis puisi ini.

Keesokan harinya handphoneku berbunyi. Tidak berhenti. Ternyata bunyi SMS dan telepon.

‘Sayang, tadi malem aku bingung banget kamu kenapa. Aku nggak ngerti kenapa kamu kelihatan aneh. Dan biasanya kamu anterin aku pulang. Kamu lagi kenapa sih?’

Anggi juga meninggalkan pesan, tapi aku mencoba untuk menghiraukannya.

Aku mencoba untuk menghiraukan SMSnya. Aku mencoba untuk menghiraukan dia.

Aku ingin berdiam dirumah dan tidak mau kemana-mana. Hari ini hari Minggu, biasanya Ibu suka memasak menu favoritku – lontong cap gomeh.

“Bayu, kamu mau dimasakin apa? Lontong Cap Gomeh ya? Ibu udah ada perlengkapannya nih.”

“Nggak Bu, aku nggak laper.” Sebetulnya didalam hati aku pengen tapi agak gengsi untuk keluar dari kamar.

“Aku lagi pengen istirahat aja Bu, Ibu aja yang makan.”

Mengingat kejadian kemarin, rasanya nggak mau diingat-ingat lagi. Aku nggak ngerti dengan kejadian tadi malam. Apa selama ini Anggi mempunyai pasangan lain?

Advertisements