6 bulan kemudian…

Hari ini ada acara spesial di hotelku. Belakangan ini lagi banyak orang kawinan. Minggu lalu ada 3 booking. Minggu ini ada 4. Semoga semua acaranya berjalan dengan lancar deh.

Kebetulan ada saudara Anggi menikah di hotelku. Dia mengundang sekitar 1000 orang. Cukup banyak dan kebetulan hotel ini punya ballroom besar.

Sebelum hari H, Anggi menghampiri ke hotelku karena sudah lama tidak bertemu. Aku senang pada akhirnya dia mau lulus. Mungkin aku dan dia sudah tahu rencana selanjutnya seperti apa. Hihi.

Ketika aku bertemu dengannya,  aku memeluknya, menciumnya, saking kangennya aku sama dia.

“Sayang, udah lama kita gak ketemu. Gimana? Besok jam berapa mulai pernikahan saudara kamu?” Tanyaku.

“Besok akad nikahnya sih sekitar jam 10 pagi. Resepsi jam 7 malam. Kamu ikutan aja kalo kamu gak sibuk.” Balasnya dengan senyum.

“Aku usahain ya. Malam ini kayaknya aku pulang agak cepat. Mungkin jam 8 malam aku udah balik dari hotel. Kamu ada kegiatan gak nanti malam? Kita ke bar deket sini yuk! Ada temen aku manggung malam ini disana.”

“Boleh banget! Aku kan udah libur dan bulan depan udah mau lulusan. Jadi kamu bisa kabarin aku kapan aja. Jam 9 malam ketemu disana ya?”

“Oke!” Balasku lagi dengan semangat.

Hari ini berlangsung lama. Tapi aku juga tidak sabar untuk menunggu temanku perform hari ini. Pasti bakal seru!

Aku menelpon Ibu untuk mengabari dia bahwa aku akan pulang telat malam. “Bu, maaf ya malam ini aku kayaknya pulang malam sekitar jam 12. Kalo Ibu mau tidur duluan, tidur dulu aja. Nggak usah tunggu aku.” Kataku di telepon.

“Oke sayang. Kamu hati-hati ya. Jangan larut malam pulangnya.” Balasnya.

Setelah menutup telepon, Ibu mempunyai firasat buruk. Entah itu apa. Tapi malam ini akan ada kejadian yang tidak mengenakkan. Tapi entah itu apa.

“Aku jadi ingat waktu buku diariku dibawa oleh Bayu. Sekarang aku takut kalo dia pernah membacanya.” Katanya sambil menggigit kuku.

Pada saat waktu yang sama, Ibu juga punya perasaan buruk.

10 Desember, 2012

“Aku khawatir dengan sesuatu yang membuatku kepikiran terus. Entah kenapa aku khawatir dengan anakku. Aku gak mau dia pulang terlalu malam. Tapi kalo aku telepon balik lagi, nanti kesannya aku mengganggu. Semoga gak ada apa-apa.”

Diari tersingkat yang pernah Ibu tulis hari ini.

Jam 7 malam…

Satu jam lagi aku akan bertemu lagi dengan sang pacar. Dan yang terpenting lagi, hari ini akhirnya aku bisa agak sedikit santai. Akhirnya….Setelah beberapa bulan menetap di kantor berjam-jam dan pulang tanpa kegiatan diluar kantor. Hari ini adalah saatnya!

“Sayang, aku udah sampe yah. Kabarin aku kalo kamu udah deket. Love u.” Kata Anggi di SMS.

Aku lupa untuk membalas SMSnya. Tiba-tiba ada desakan yang membuatku telat untuk datang ke bar.

Satu jam kemudian….

“Si Bayu mana yah? Kok sampe jam segini belum dateng juga. Katanya ada temen manggung…” Kata Anggi sambil melihat jam tangannya.

Lalu, show telah dimulai. Lagu pertama yang dibawanya bernuansa Jazz. Lagu yang bikin semua orang ingin berdansa.

“Bayu! Akhirnya kamu dateng juga. Abis darimana aja kamu kok telat?” Tanya Anggi.

Anggi jadi bingung. Tiba-tiba aku terdiam dan tidak tahu ingin bicara apa.

“Sayang aku kangen!” Kata Anggi sambil menarik tanganku untuk berdansa di depan panggung.

Selama show berlangsung, wajahku penuh dengan tanya. Siapakah dia? Siapakah orang yang aku sedang berdansa?

Advertisements