Seiring berjalannya waktu, hotelku sudah didirikan selama 5 tahun. Sangat bersyukur bahwa hotelku telah bertahan sampai saat ini. Aku berjanji untuk selalu mempertahankan apa yang sudah ku punya saat ini. Dari usahaku sampai orang-orang yang aku cintai. Ya, Ibu dan Anggi. Mereka adalah malaikat-malaikat dihatiku.

Sepulangnya aku bekerja, biasanya aku pulang jam 12 malam. Ibuku selalu menungguku pulang. Padahal aku sudah bilang setiap hari kepadanya bahwa beliau tidak perlu menungguku setiap malam.

“Assalamualaikum….” Salam dariku kepada Ibu.

“Walaikumussalam Bayu, seperti biasa yah pulang tengah malam..” Kata Ibuku.

“Iya nih, Bu. Seharian ngurusin project buat gedung baru nanti. Terus 6 bulan lagi aku bakalan hire karyawan-karyawan baru.” Kataku.

Hari ini bisa dibilang tumben. Tumben-tumben-nya aku bisa bicara dengan Ibuku dengan durasi yang lama. Biasanya setiap aku pulang ke rumah, Ibuku menyapaku dan setelah itu aku bermain gitar untuknya sebelum tidur.

1 jam pembicaraanku dengan Ibuku sudah berlangsung. Lalu Kumainkan gitar untuknya sebelum beliau tidur lelap. Lagu yang biasanya kumainkan adalah “And I love her” dari The Beatles.

Setelah Ibuku tidur lelap, aku balik ke kamarku dan tidur.

10 menit kemudian…

Ibuku masih terbangun. Beliau akhirnya membuka lembaran buku diarinya dan menulis tentang kejadian hari ini.

10 Mei, 2012.

“Diariku, terima kasih telah menemaniku setelah sekian lama. Kau membuatku selalu kepikiran dengan kehadiran anak-anakku. Setelah suamiku pergi, anakku yang kedua dibawa bersamanya. Dan sampai saat ini, aku masih belum tahu keberadaan mereka dimana. Sudah 16 tahun aku kehilangan mereka. Meskipun aku berpisah dengan suamiku karena perlakuan dia yang tidak semena-mena. Aku memutuskan dia untuk meninggalkan rumah ini. Tapi sekarang aku masih ingin tahu keberadaan mereka. Aku berharap mereka tidak pernah hilang dari hatiku, terutama anakku yang sudah kulepaskan. Jangan pernah hilang.”

Selagi Ibu menulis diarinya, beliau melihat sekilas foto-foto yang ia cantumkan di bukunya. Foto-foto yang tertempel di beberapa halaman tersebut adalah foto keluarganya. Pada saat itu aku belum mengetahui tentang keberadaan Ayahku. Dari kecil memang aku dibesarkan oleh Ibuku. Beliau adalah single mother.

Advertisements