Hari ini penuh dengan kesibukan. Setiap hari pekerjaanku semakin menumpuk. Sampai-sampai Ibuku sering menegurku karena aku suka tidur larut malam. Tapi aku mengerjakan ini untuk keluargaku, terutama ibuku yang tercinta. Hari ini saatnya untuk membuka lembaran baru. Banyak pendatang yang mengunjungi hotelku. Ya, aku adalah pendiri hotel bintang lima. Alhamdulillah, aku berasal dari keluarga mampu. Ibuku selalu mendukung aku dikala aku terjatuh dari kegagalan. Beliau selalu memberikan nasihat-nasihat luar biasa agar aku bisa menjalani hidup ini lebih bermakna.

Perkenalkan, namaku Bayu Prasetyo. Aku adalah seorang pengusaha sekaligus pendiri hotel terbesar di Jakarta. Tak hanya itu, pekerjaan sambilanku adalah sebagai pemain band. Salah satu alat musik yang aku mainkan adalah gitar. Aku sangat mencintai gitar. Bagiku, gitar mempunyai jiwa yang berkarakter. Setiap petikan-petikan yang aku mainkan selalu berbunyi dengan indah. Aku bermain gitar disaat tengah malam ketika ibuku akan mencoba untuk tidur lelap. Memang terdengar aneh, biasanya tengah malam diisi dengan kesunyian. Hanya saja hal ini sangat tidak terjadi dengan keluargaku, dan ibuku sangat menyukai dengan bunyi petikan gitar yang aku mainkan setiap malam sebelum beliau tidur lelap.

Tapi jangan salah, walaupun aku mempunyai hotel berbintang lima, statusku masih berpacaran dengan sang putri cantik. Ia bernama Anggi Prameswari. Di setiap hariku, dia selalu menemani aku setelah bekerja. Melihat wajahnya dan senyumannya membuat hatiku berdebar-debar. Dia adalah cinta pertamaku. Dia yang telah mengajari tentang keberadaan cinta. Dia memang anugerah Tuhan. Aku sangat bersyukur untuk mempunyai kekasih seperti dia. Semoga dia akan menjadi pasangan hidup dan matiku nanti.

Selama ini aku memang tinggal di Jakarta. Ya, aku berasal dari Jakarta. Tidak ada tempat lain yang bisa menggantikannya kecuali kota metropolitan nan indah ini. Meskipun macet dimana-mana, aku selalu menikmati suasana banyak orangnya di jalan raya. Aku tak tau apa yang orang-orang Jakarta pikirkan, tapi bagiku merekalah yang membuat suasana Jakarta menjadi sangat ramai dan padat.

Oh ya sebelum aku lupa, aku ingin perkenalkan orang terdekat yang selama ini yang sudah mendukung dan menjaga aku dimanapun dan kapanpun. Beliau adalah ibuku yang tercinta. Beliau adalah orang terhebat dan terpenting didalam hidupku. Kartika Sari. Ya, beliau mempunyai nama yang cukup familiar di telinga banyak orang.

Ada satu hal yang belum pernah aku ketahui sebelumnya. Ibuku selalu menulis sesuatu di buku kesayangannya. Kemanapun dan kapanpun akan dibawa bersamanya. Namun, aku tak pernah berani  bertanya tentang apa yang beliau tulis di buku itu. Jika aku bisa mengansumsikan tentangnya, dia sangat rajin untuk mengungkapkan emosinya kedalam setiap halaman yang beliau tulis. Ia tumpahkan semua curahan yang ada di benaknya. Akan tetapi, aku sebenarnya juga tidak tahu.

Advertisements